Istilah-Istilah Umum yang Dipergunakan Seputar Ibadah Haji Atau Umrah

Ketika Anda membaca panduan tentang haji dan umrah, Anda akan menemukan kata-kata yang terdengar asing karena istilah-istilah tersebut berasal dari bahasa Arab. Berikut beberapa istilah yang umum dipakai seputar haji dan umrah beserta pengertiannya.

Haji adalah serangkaian kegiatan ibadah yang dilakukan oleh umat muslim setiap tahun. Haji merupakan salah satu dari kelima rukun islam dan hukumnya wajib ditunaikan bagi mereka yang mampu. Rukun haji meliputi ihram, wukuf di Arafah, thawaf, sa’i, bermalam di Mina, melempar jumroh, dan tahalul.

Umrah sering disebut sebagai haji kecil. Ini karena beberapa rukun umrah sama dengan rukun haji, yaitu ihram, thawaf, sa’i, dan tahallul. Hanya saja, jika ibadah haji dilaksanakan pada bulan Zulhijah, pelaksanaan umrah tak terbatas, bisa kapan saja, bahkan bisa bersamaan dengan pelaksanaan haji. Haji termasuk ibadah wajib, sementara umrah tidak. Umrah dapat dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun dan pelaksanaannya pun singkat. Jika rangkaian ibadah haji setidaknya memerlukan waktu lima hari, umrah hanya memakan waktu beberapa jam saja.

Ka’bah adalah kiblat bagi umat muslim. Ka’bah disebut juga baitullah atau rumah Allah. Ka’bah merupakan tempat ibadah umat muslim yang pertama kali didirikan di muka bumi. Ka’bah berbentuk menyerupai kubus dan dikelilingi oleh Masjidil Haram. Pada bulan Zulhijah, umat islam dari berbagai penjuru dunia berbondong-bondong menuju Ka’bah untuk melaksanakan ibadah haji.

Ihram adalah salah satu rukun haji dan umrah, yaitu ketika seseorang telah beniat untuk melaksanakan ibadah haji dan/atau umrah. Saat berihram, jemaah laki-laki mengenakan 2 lembar kain yang tidak berjahit. Salah satu kain dililitkan di bagian bawah untuk menutup aurat, dan kain yang satunya lagi disampirkan atau diselendangkan. Pakaian ihram bagi wanita adalah yang menutup semua anggota badan kecuali wajah dan telapak tangan

Thawaf artinya mengitari Kabah sebayak tujuh kali putaran. Penghitugan putaran ini dimulai dari Hajar Aswad dan diakhiri juga di Hajar Aswad. Hajar Aswad sendiri adalah batu hitam yang diyakini berasal dari surga dan diletakkan oleh rasulullah SAW ketika Ka’bah dibangun kembali. Ketika berthawaf, posisi Ka’bah berada di sebelah kiri jemaah. Thawaf merupakan salah satu rukun haji, artinya haji tidaklah sah tanpa thawaf. Jemaah yang melakukan thawaf harus dalam keadaan suci dari hadas dan najis.

Sa’i adalah kegiatan berjalan kaki atau berlari-lari kecil antara Bukit Shafa dan Bukit Marwa dan dilakukan bolak-balik sebanyak tujuh kali. Kedua bukit ini berjarak sekitar 405 meter. Artinya Anda harus memiliki stamina yang kuat untuk mampu berjalan bolak-balik sebanyak tujuh kali dari Shawa ke Marwa. Jemaah haji atau umrah disunahkan untuk berlari ketika melewati Bathnul Waadi di antara Shafa dan Marwa yang ditandai dengan lampu hijau.

Wukuf artinya hadir atau berada di Arafah. Dikatakan bahwa wukuf di Arafah merupakan inti dari ibadah haji. Tidak seperti thawaf, wukuf dapat dilaksanakan meski seseorang sedang dalam keadaan tidak suci  (misalnya sedang haid, nifas, atau junub). Wukuf di Arafah dapat dilaksanakan kapan saja sejak matahari tergelincir pada hari Arafah (9 Zulhijah) sampai masuk waktu Shubuh pada hari nahr (10 Zulhijah).

Mabit di Muzdalifah dan di Mina termasuk dalam rangkaian ibadah haji. Mabit itu sendiri artinya bermalam atau menginap atau berhenti sejenak. Mabit di Muzdalifah dilaksanakan pada malam 10 Zulhijah seusai wukuf di Arafah. Sementara itu, mabit di Mina dilaksanakan pada hari tasyrik.

Lontar Jumrah atau melempat jumroh adalah bagian dari ibadah haji yang mana para jemaah melemparkan batu-batu kecil ke tiga tiang atau jumroh yang berada di kota Mina. Jemaah mendapatkan kerikil atau batu-batu kecil dari Muzdalifah. Pelemparan jumrah dilakukan pada hari tasyrik setelah matahari tergelincir ke barat hingga matahari terbenam.

Masing-masing tiang dilempari tujuh kali dengan tuju batu sembari mengucapkan takbir.  Urutan jumroh yang dilempari adalah Jumroh Ula, Jumroh Wustho, dan yang terakhir Jumroh ‘Aqobah.

Hari Arafah adalah hari kesembilan pada bulan Zulhijah atau hari kedua dalam ritual ibadah haji. Arafah juga merupakan nama sebuah gunung di Mekkah, yang dulu pernah menjadi tempat bertemunya Nabi Adam dan Hawa, dan tempat Nabi Muhammad SAW berpidato untuk terakhir kali di hadapan kaumnya. Hari Arafah merupakan hari yang istimewa. Di antara keutamaan hari Arafah adalah waktu mustajabnya doa-doa, hari disempurnakannya agama dan nikmat Allah, hari perayaan kaum muslim, dan Allah akan mengampuni dua tahun dosa orang-orang yang berpuasa pada hari Arafah.

Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah hari raya Iduladha, yaitu tanggal 11, 12, 13 Zulhijah. Pada hari-hari tersebut, umat islam masih merayakan iduladha dengan makan dan minum. Terdapat pula larangan untuk berpuasa selama hari tasyrik. Disebut hari tarsyik karena pada zaman dahulu selama tiga hari tersebut orang-orang mengawetkan daging kurban dengan menjemurnya di bawah terik matahari.

Demikian ulasan istilah yang sering dipakai seputar ibadah umrah dan haji beserta pengertiannya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this:

×






Pesan Sekarang