Inilah 5 Faktor Penyebab Rambut Rontok yang Harus Anda Waspadai

Selama manusia masih hidup, kerontokan rambut merupakan hal yang normal karena rambut mengalami siklus tumbuh dan rontok. Jumlah rambut rontok berbeda setiap orang, tergantung dari banyaknya folikel yang ada pada kulit kepala. Penyebab rambut rontok pun sangat banyak.

Namun, ada beberapa faktor terbesar yang menjadi penyebab rambut rontok. Dikutip dari CNN, ahli kesehatan rambut dr. Gloria Novelita mengungkapkan masalah rambut rontok ada pada tahap mengkhawatirkan jika melebihi seratus helai dalam sehari.

Memang mustahil untuk menghitungnya. Akan tetapi, cara terbaik untuk mengidentifikasi seberapa parah kerontokan rambut, yaitu dengan memperhatikan kondisinya. Jika helaian rambut mudah terlepas dalam jumlah banyak, maka sudah waktunya Anda melakukan perawatan.

Setidaknya ada 6 faktor penyebab rambut rontok yang bisa dialami oleh siapa saja.

1. Faktor Keturunan atau Genetik

Kondisi rambut mulai dari bentuk, warna, jenis, dan kecenderungan rontok diturunkan secara genetik. Jika dalam keluarga banyak yang mengalami masalah rambut rontok, kemungkinan kondisi rambut Anda demikian karena keturunan.

Rambut rontok genetik atau keturunan dalam dunia medis dikenal sebagai Alopecia Androgenic. Pada pria, kondisi ini menyebabkan kerontokan rambut di usia remaja atau awal 20 tahun. Sementara pada wanita di usia 40-an atau lebih.

Umumnya rambut perempuan akan mengalami kerontokan pada usia antara 30 hingga 40 tahun karena perubahan hormon estrogen. Selain itu, dapat juga karena kondisi hormon pasca kehamilan, menopause, dan menggunakan atau menghentikan pemakaian kontrasepsi. Jika kerontokan rambut Anda terjadi sejak usia dini, faktor genetik dapat menjadi alasan kuat.

2. Kondisi Kesehatan

Beberapa kondisi medis dapat menjadi penyebab rambut rontok. Contohnya, penyakit autoimun, infeksi kulit kepala, anemia, trikotilomania, dan perubahan hormon.

Sementara rambut rontok karena bertambahnya usia, masih terhitung kerontokan rambut normal. Kerontokan rambut ini mengakibatkan penipisan rambut, biasanya terjadi setelah usia lanjut. Kondisi ini dikarenakan folikel rambut semakin banyak yang memasuki fase istirahat.

3. Gaya Hidup

Gaya hidup menjadi faktor ketiga mengapa rambut seseorang rontok. Asupan nutrisi dan aktivitas fisik adalah yang paling berpengaruh pada kondisi rambut. Supaya rambut tumbuh optimal, perhatikan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh Anda.

Zat gizi penting yang harus dikonsumsi dalam jumlah yang tepat yaitu protein, mineral, asam lemak omega 3, zat besi, vitamin B12, zinc, dan vitamin B3 kompleks. Biasanya, mereka yang menerapkan gaya hidup vegetarian rentan kekurangan zat-zat tersebut karena hanya mengandalkan nutrisi dari bahan makanan nabati.

Untuk memastikan nutrisi terpenuhi, perbanyak konsumsi kacang-kacangan, biji-bijian, susu, daging, ikan, dan telur ayam. Tentunya dalam porsi yang seimbang.

4. Penataan Rambut Jangka Panjang

Perlakuan terhadap rambut dapat berdampak pada kesehatan rambut Anda. Kebiasaan yang dapat menjadi penyebab rambut rontok contohnya:

  • Mengikat rambut terlalu kuat. Dalam jangka waktu lama dan terus-menerus, mengikat rambut terlalu kuat bisa menyebabkan tekanan pada kulit kepala. Akibatnya rambut tertarik dan mudah rontok.
  • Sasak dan ekstensi rambut secara terus menerus dalam jangka panjang. Dampak buruk kebiasaan ini dapat menjadikan rambut rapuh, mudah patah, dan mudah rontok.
  • Penataan rambut secara berlebihan bisa menyebabkan rambut rusak dan mudah gugur. Penataan berlebihan atau overstyling meliputi kepang, hair extension, pengeritingan, rebonding, pewarnaan dengan bahan kimia berlebihan, dan terlalu sering menyisir rambut.

Ada juga kebiasaan lain yang menyebabkan rambut menjadi mudah rontok yaitu menjambak rambut. Beberapa orang meyakini menarik rambut dapat menghilangkan sakit kepala. Ada pula yang melakukannya  ketika sedang gelisah, sedang berpikir keras, atau iseng saja.

Tarikan pada rambut secara terus menerus bisa mengakibatkan folikel rambut rusak. Akibatnya, bisa terjadi kebotakan permanen karena rambut tidak tumbuh kembali.

Kebiasaan menarik rambut ini bisa jadi karena kondisi kelainan mental hair pulling disorder atau trichotillomania. Kondisi mental ini menyebabkan penderita memiliki keinginan kuat menarik rambut-rambut di tubuhnya. Kebiasaan ini paling banyak terjadi pada anak-anak.

  1. Stres

Rambut memiliki akar atau folikel yang berada pada kulit.Folikel ini memiliki siklus hidup yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Siklus tumbuhnya folikel rambut terbagi menjadi empat fase yaitu:

  • Fase pertama disebut anagen, pertumbuhan rambut aktif yang memakan waktu antara 2 hingga 6 tahun.
  • Fase kedua atau catagen yaitu peralihan yang berjalan selama 2 sampai 3 minggu.
  • Fase ketiga atautelogen yang disebut juga fase istirahat yang memakan waktu antara 3 hingga 4 bulan. F
  • Fase pelepasan rambut atau fase eksogen.

Fase-fase pada siklus yang disebutkan di atas merupakan fase normal. Apabila mengalami stres, siklus dapat berjalan lebih cepat dari kondisi normal, sehingga rambut lebih cepat rontok dan lebih banyak dari yang biasanya.

Stres dan peristiwa yang mengakibatkan trauma membuat rambut berhenti tumbuh dalam beberapa waktu. Akibatnya rambut tumbuh dengan kondisi yang tidak merata. Ada bagian yang tumbuh dengan normal, ada sebagian yang terhambat, dan sebagian lainnya rontok.

Tidak hanya stres karena pikiran atau mengalami hal-hal traumatis, stres akibat melahirkan, operasi, dan diet terlalu ketat juga dapat menjadi penyebab rambut rontok.

Ketika terjadi stres emosional ataupun fisik, berbagai jenis kerontokan rambut dapat terjadi. Jenis kerontokan rambut yang paling mungkin terjadi adalah rambut rontok pada area tertentu.

Kerontokan rambut jenis ini dapat terjadi pada anak-anak dan dewasa secara tiba-tiba. Kondisi ini bisa menyebabkan kebotakan permanen. Namun, sebagian besar penderita kondisi tersebut rambutnya dapat tumbuh kembali.

Pemicu kerontokan rambut ini yaitu sistem pertahanan tubuh dan pikiran yang sedang stres memperkuat diri dan berusaha melindungi tubuhnya. Namun, pada kondisi ini, sistem imun menyerang folikel sehingga rambut menjadi rontok.

Nah, setelah mengetahui penyebab rambut rontok, Anda dapat mencari cara untuk mengatasinya. Misalnya dengan memperbaiki asupan nutrisi, mengubah gaya hidup, dan mengurangi tindakan penataan rambut yang berlebihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: