Berilmu Sebelum Bertindak: Sekilas Tentang Ibadah Umrah

Siapa yang tidak ingin ke Tanah Suci untuk memenuhi panggilan-Nya? Apalagi, haji merupakan salah satu rukun islam yang diwajibkan bagi yang mampu. Sayangnya, pelaksanaan haji terbatas waktunya dan kita harus menunggu antrian panjang untuk menunaikannya. Mendaftar haji sekarang, belum tentu lima tahun mendatang sudah tiba giliran untuk diberangkatkan.

Itulah kenapa kemudian orang-orang yang merindukan Tanah Suci memilih untuk menunaikan ibadah umrah terlebih dahulu. Umrah juga disebut-sebut sebagai haji kecil karena beberapa rukun umrah termasuk ke dalam rukun haji. Namun, umrah tidak wajib hukumnya, sedangkan haji wajib bagi yang mampu. Jadi meskipun seseorang telah menunaikan umrah, kewajibannya untuk berhaji masih ada.

Mendaftar Haji Terlebih Dahulu

Solusi bagi kita orang indonesia yang harus mengantri sekian tahun untuk pergi haji adalah dengan mendaftar haji terlebih dahulu. Untuk mendapatkan porsi haji, Anda perlu menyiapkan uang sebesar 25 juta rupiah. Setelah mendapatkan porsi haji dan Anda ingin segera menuju ke Tanah Suci, maka silakan melakukan umrah. Namun, intinya adalah untuk mengutamakan yang wajib, meski pelaksanaannya masih beberapa tahun mendatang.

Gunakan Jasa Biro Perjalanan

Sekarang sedang tren yang namanya umrah backpacker atau haji backpacker, yaitu melakukan umrah sendiri tanpa bantuan biro perjalanan. Namun untuk merealisasikannya diperlukan usaha yang lebih. Kendala utama dalam melakukan umrah backpacker adalah dalam pengurusan visa. Anda harus mengurus semuanya sendiri. Cara ini tidak dianjurkan bagi Anda yang tidak berpengalaman dalam bepergian jauh. Cara yang paling aman dan mudah adalah dengan memanfaatkan jasa paket umrah dari biro perjalanan.

Keutamaan Menunaikan Ibadah Umrah

Ibadah umrah memiliki beberapa keutamaan tertentu, yaitu:

  1. Mendapatkan pahala layaknya berjihad
  2. Dosa-dosa di antara dua umrah akan dihapuskan
  3. Umrah menghilangkan dosa
  4. Umrah menghilangkan kemiskinan dari seseorang
  5. Umrah pada bulan Ramadan sama seperti berhaji bersama Rasulullah SAW.

Tata Cara Umrah

  1. Ihram

Sebelum ihram, disunahkan untuk mandi besar dan memakai wewangian, lalu memakai pakaian ihram. Pakain ihram umrah sama dengan pakaian ihram untuk berhaji. Bagi pria, pakaian ihram terdiri dari dua lembar kain. Sementara bagi wanita, pakaian ihram berupa pakaian yang menutupi seluruh anggota tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Ihram atau niat umrah dilakukan dari miqot dengan melafalkan “labbaik ‘umroh” dan dilanjutkan dengan mengucapkan talbiyah umrah, “Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak.”

  1. Thawaf

Thawaf adalah mengitari Ka’bah sebanyak tujuh kali yang dihitung dari Hajar Aswad. Sebelum berthawaf, hadapkan diri ke Hajar Aswad dan ucapkan “Allahu akbar” atau “Bismillah Allahu akbar.” Disunnahkan untuk mengusap Hajar Aswad dengan tangan kanan dan menciumnya. Namun jika tidak memungkinkan, cukup dengan memberi isyarat tangan. Sunnah lainnya adalah mengusap Rukun Yamani, yaitu sudut Ka’bah yang menghadap ke arah barat daya.

  1. Sa’i

Sa’i dilakukan setelah thawaf, yaitu dengan berjalan atau berlari kecil antara bukit Shafa dan Marwa dengan diniatkan ibadah dan sembari berdoa dan berdzikir. Jarak antara Shafa dan Marwa ditempuh sebanyak tujuh kali bolak-balik.

  1. Tahallul

Tahallul dilakukan dengan memotong rambut kepala. Setelah itu, umrah selesai. Seperti halnya tahallul dalam haji, tahallul dalam umrah juga menandai berakhirnya larangan selama ihram.

Doa-Doa dan Bacaan Selama Umrah

  1. Doa masuk dalam manasik umrah

“Labbaik allahumma ‘umrah.”

Artinya: Aku memenuhi panggilan-Mu, ya Allah, untuk menunaikan ibadah umrah.

  1. Talbiyah

“Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak”.

Artinya: Aku menjawab panggilan-Mu, ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu,  aku menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.

  1. Doa masuk masjid (Masjidil Haram)

“Allahummaf-tahlii abwaaba rohmatik.”

Artinya: Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.

  1. Memulai thawaf dengan menghadap Hajar Aswad dan membaca,

 “Allahu akbar” atau “Bismillah Allahu akbar.”

Artinya: “Allah Mahabesar” atau “Dengan menyebut nam Allah, Allah Mahabesar. ”

  1. Membaca doa di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad

“Robbanaa aatina fid dunya hasanah wa fil aakhirooti hasanah, wa qinaa ‘adzaban naar.”

Artinya: Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami kebaikan di dunia dan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari azab neraka.

  1. Doa apabila takut atau ragu tidak dapat menyelesaikan umrah karena uzur

“Allahumma mahilli haitsu habastani.”

Artinya: Ya Allah, tempat tahallul di mana saja Engkau menahanku.

  1. Berdoa di makam Nabi Ibrahim

“Wattakhodzu mim maqoomi ibroohiima musholla.”

Artinya: Dan jadikanlah sebagian makam Ibrahim tempat shalat. (QS. Al Baqarah: 125)

  1. Doa ketika mendekati bukit Shafa

“Innash shafaa wal marwata min sya’airillah.”

Artinya: Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah. (QS. Al Baqarah: 158)

Lalu membaca, “Nabda-u bimaa bada-allah bih”.

  1. Tidak ada doa tertentu ketika Sa’i, tetapi boleh membaca:

“Allahummaghfirli warham wa antal a’azzul akrom.”

Artinya: Ya Rabbku, ampuni dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa dan Maha Pemurah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this:

×






Pesan Sekarang