Berilmu Sebelum Bertindak: Sekilas Tentang Ibadah Haji

Haji adalah rukun Islam yang kelima, artinya ibadah haji hukumnya wajib. Namun ini juga rukun islam yang istimewa. Kenapa? Meskipun hukumnya wajib, namun haji hanya diwajibkan bagi yang mampu. Mengingat mahalnya biaya perjalanan haji dan rangkaian kegiatan yang memerlukan kekuatan fisik, ibadah haji tidaklah wajib bagi mereka yang memiliki uzur.

Segerakanlah Berhaji

Bagi mereka yang mampu, hendaknya menyegerakan beribadah haji. Jangan menunggu sampai usia lanjut hingga merasa “siap.” Ingat, semakin bertambah usia kita, semakin berkurang kekuatan fisik kita. Nyatanya tidak sedikit jemaah yang meninggal dunia di Tanah Suci. Pada tahun 2016, misalnya, terhitung lebih dari 300 jemaah asal Indonesia yang meninggal di Tanah Suci.

Jadi, jika sudah memiliki tabungan 25 juta, segeralah daftarkan diri Anda ke Departemen Agama. Kenapa 25 juta? Karena itulah jumlah yang harus Anda bayarkan untuk mendapatkan satu porsi haji.

berhaji-sekedar-title-atau-meraih-mabrur

Persiapkan Bekal

Jika sudah mendapatkan porsi haji sekarang, Anda tinggal mengusahakan bekal tambahan untuk keberangkatan kelak, baik dari segi finansial maupun kesiapan fisik dan batin. Jangan khawatir. Anda masih punya banyak waktu untuk mempersiapkan diri. Jika mendapatkan porsi haji sekarang, Anda mungkin baru akan dijadwalkan berangkat haji beberapa tahun mendatang.

Percayalah Allah Akan Memberikan Jalan

Percayalah bahwa Allah akan memudahkan setiap usaha kita untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Percayalah bahwa jika kita berupaya mendekat kepada Allah, maka Allah akan semakin mendekat kepada kita.

Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Berhaji Berfaedah Membebaskan Diri dari Kemiskinan

Sekali lagi, jangan khawatir. Berhaji tidak akan pernah membuatmu miskin. Bahkan, selain mendapat ketenangan batin, melepas kerinduan terhadap Tanah Suci, diampuni doda-dosanya, dan mendapatkan pahala, mereka yang berhaji juga dijanjikan terlepas dari kemiskinan.

Dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387).

Bekali Diri dengan Ilmu

Sebelum berangkat berhaji, biasanya akan ada semacam pelatihan tentang tata cara berhaji yang dibimbing oleh pihak-pihak yang mumpuni. Namun alangkah baiknya jika sembari menunggu keberangkatan, Anda juga seantiasa memupuk niat dan menimba ilmu terkait ibadah haji.

Syarat dan Rukun Haji

Yang paling utama untuk diketahui terkait ibadah haji adalah syarat dan rukunnya. Syarat haji adalah beragama islam, berakal, baligh, merdeka, dan mampu. Jika Anda memenuhi kriteria tersebut, maka Anda wajib menunaikan ibadah haji. Sementara rukunnya adalah ihram, wukuf, tawaf, dan sa’i yang diakhiri dengan tahallul dan dilakukan dengan tertib. Jika salah satu rukun haji tidak dilaksanakan dikarenakan uzur tertentu, maka Anda wajib membayar denda.

Ihram

Ihram artinya berniat untuk masuk manasik haji. Ihram wajib hukumnya dan dilakukan sejak dari Miqot. Miqot sendiri memiliki dua arti, yaitu miqot zamaniyah dan miqot makaniyah. Miqot zamaniyah adalah miqot waktu, yakni pada bulan Syawal, Zulkaidah, dan Zulhijah. Sementara miqot makaniyah adalah tempat mulai berihram, yaitu: Dzulhulaifah, Al Juhfah, Qornul Manazil, Yalamlam (As Sa’diyah), dan Dzat ‘Irqin (Adh Dhoribah). Kesalahan beberapa jemaah dari Indonesia adalah melakukan ihram ketika telah di Jeddah, padahal Jeddah bukanlah miqot.

Ihram dilakukan dengan mengenakan pakaian ihram. Jemaah laki-laki wajib mengenakan dua lembar kain tanpa dijahit. Satu kain disarungkan untuk menutupi auratnya dan kain yang satunya lagi diselendangkan. Wanita yang berihram tidak diperkenankan untuk mengenakan cadar, namun wajib menutup seluruh anggota badan kecuali telapak tangan dan wajah.

Sebelum ihram disunnahkan untuk mandi, memakai wewangian, memotong kuku dan rambut di badan, serta memperbanyak bacaan talbiyah. Adapun bacaaan talbiyah adalah “Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak”.

Yang perlu juga diingat bahwa ketika sedang ihram, jemaah dilarang:

  • Mencukur rambut
  • Memotong kuku
  • Menutup kepala bagi laki-laki dan menutup wajah bagi perempuan
  • Mengenakan pakaian berjahit bagi laki-laki
  • Membunuh atau memburu hewan
  • Melamar dan menikah
  • Berjima’ (hubungan intim suami-istri)

Wukuf di Padang Arafah

Wukuf artinya hadir, entah dalam keadaan berdiri, duduk, atau berbaring, baik dalam keadaan suci atau pun tidak (misalnya haid, nifas, atau junub). Wukuf adalah bagian terpenting dalam ibadah haji. Mereka yang melewatkan wukuf maka hajinya tidah sah. Wukuf dilaksanakan kapan saja dalam rentang waktu antara mulai tergelincirnya matahari pada hari Arafah tanggal 9 Zulhijah hingga terbit fajar Subuh pada hari nahr tanggal 10 Zulhijah.

Thawaf

Saat thawaf, jemaah haji mengitari Ka’bah sebanyak tujuh kali yang terhitung dari Hajar Aswad. Syarat untuk melakukan thawaf adalah dalam keadaan suci dari hadas dan najis, menutup aurat, dan dilakukan di dalam masjid. Tidak mengapa meski agak jauh dari Ka’ah selama masih berada di dalam masjid dan mengitari Ka’bah dengan posisi Ka’bah berada di sebelah kiri.

Sa’i

Sa’i adalah berjalan atau berlari-lari kecil melintasi jarak antara Shafa dan Marwah bolak-balik sebanyak tujuh kali. Sa’i ditunaikan setelah thawaf dan dilakukan berturut-turut setiap putarannya.

Tahallul

Tahallul menandakan diperbolehkannya melakukan kembali apa yang tadinya dilarang saat ihram. Tahallul disimbolkan dengan mencukur rambut setidaknya tiga helai. Dapat juga dilakukan dengan memendekkan seluruh rambut di kepala.

Tertib

Tertib artinya semua rukun haji tadi dikerjakan sesuai urutannya. Rukun ini juga berlaku untuk ibadah lainnya, seperti shalat.

Simpan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this:

×






Pesan Sekarang