Anda Mau Berhaji? Baca Dulu Informasi Mendasar Seputar Haji Berikut Ini.

Setiap tahunnya umat muslim dari berbagai penjuru dunia berbondong-bondong menuju Makkah untuk melaksanakan ibadah haji. Jutaan orang berpakaian sama, tanpa memandang apakah mereka miskin atau kaya, semua sama di hadapan Allah. Haji juga merupakan salah satu dari lima rukun islam. Artinya, haji wajib hukumnya dilaksanakan oleh umat muslim, setidaknya satu kali dalam masa hidupnya.

Tetapi, ibadah haji juga bukan sesuatu yang mudah. Pelaksanaan ibadah haji itu sendiri harus dilaksanakan di Mekkah. Bagaimana dengan umat muslim dari negara lain? Bagaimana dengan umat muslim yang belum mampu secara finansial? Bagaimana dengan umat muslim yang memiliki keterbatasan fisik sehingga tidak memungkinkan untuk melaksanakan ibadah haji?

Artikel ini akan membahas informasi mendasar seputar pelaksanaan ibadah haji. Simak pembahasan selengkapnya sebagai berikut.

Apakah setiap umat muslim diwajibkan berhaji?

Haji wajib hukumnya dilaksanakan oleh setiap umat muslim, baik pria maupun wanita, yang mampu. Karena kemampuan setiap orang berbeda-beda, ada yang perlu menabung sepanjang hidup mereka hanya untuk melaksanakan haji satu kali, sementara ada juga yang mampu dengan mudah melaksanakan ibadah haji berkali-kali semasa hidupnya. Namun, banyaknya berhaji sebaiknya tidak dijadikan pembanding keimanan seseorang. Rasulullah SAW sendiri hanya berhaji satu kali semasa hidupnya. Dan kita sebagai umatnya hanya diwajibkan untuk berhaji satu kali. Namun umat muslim yang mampu boleh saja berhaji beberapa kali.

Adapun mereka yang wajib melaksanakan ibadah haji adalah umat muslim yang telah baligh (dewasa), mampu secara fisik, mampu secara finansial, berakal sehat, dan beragama Islam. Jika Anda telah memenuhi kriteria tersebut, maka Anda diwajibkan berhaji segera. Jangan menunggu, karena kita tidak tahu sampai kapan umur kita.

Kapan waktu pelaksanaan ibadah haji?

Haji  merupakan ibadah tahunan di Tanah Suci yang dilakukan oleh jutaan umat muslim dari seluruh dunia. Waktu pelaksanaan haji ditentukan oleh pihak yang berwenang di Arab Saudi berdasarkan posisi bulan. Tahun 2016, misalnya, ibadah haji dimulai pada tanggal 10 September.

Pada kalender islam, ibadah haji berlangsung dari tanggal 8-13 Zulhijah, atau enam hari. Namun, ritual pelaksanaan ibadah haji itu sendiri dapat diselesaikan dalam waktu lima hari.

Kemudian, pada hari ketiga pelaksanaan haji, umat muslim di seluruh dunia merayakan Iduladha. Mereka yang tidak melaksanakan ibadah haji berbagi dengan sesama dengan menyembelih hewan kurban.

Rukun Haji

Ibadah haji merupakan serangkaian aktivitas yang dilaksanakan selama lima hari di Makkah. Ibadah haji akan sah jika rukun-rukunnya dilaksanakan. Adapun rukun haji yaitu: ihram, wukuf di Arafah, thawaf, sa’I, tahallul, dan tertib. Jika salah satu rukun ini tidak dilaksanakan, maka haji tidak sah.

  1. Ihram

Ihram adalah niat untuk melakukan manasik haji. Ihram dilakukan dengan memakai pakaian ihram dan bertalbiyah, “Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak.” Sementara itu, disunahkan sebelum ihram untuk mandi, memakai wewangian, memotong kuku dan rambut di badan, memakai pakaian ihram berwarna putih, mengucapkan niat setelah shalat, dan memperbanyak bacaan talbiyah.

  1. Wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah artinya hadir dan berada di Arafah. Waktunya bisa kapan saja asalkan dalam rentang waktu mulai matahari tergelincir pada hari Arafah (9 Zulhijah) hingga masuk waktu Shubuh pada hari nahr (10 Zulhijah).

  1. Thawaf

Thawaf adalah kegiatan mengitari Ka’bah sebanyak tujuh kali berturut-turut tanpa selang, dalam keadaan suci dari hadas dan najis, serta menutup aurat. Thawaf dimulai dari Hajar Aswad dan dilakukan di dalam masjid, meski jauh dari Ka’bah, dengan posisi Ka’bah berada di sebelah kiri jemaah

  1. Sa’i

Sa’i adalah berjalan sebanyak tujuh kali putaran antara Shafa dan Marwah dengan diniati untuk ibadah.

  1. Tahallul

Tahallul dilakukan dengan memotong rambut di kepala. Tahallul menandai berakhirnya rangkaian ibadah haji.

  1. Tertib

Tertib artinya rangkaian ibadah haji dilaksanakan sesuai dengan urutannya, tidak boleh melompat-lompat seenaknya.

Amalan yang Setara dengan Haji

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, haji hukumnya wajib bagi mereka yang mampu secara fisik dan finansial. Lalu bagaimana dengan umat muslim yang ingin berhaji namun tidak atau belum mampu? Jangan khawatir, karena sesungguhnya Islam adalah agama yang memudahkan. Jika belum mampu berhaji, Anda dapat melakukan amalan-amalan yang berpahala sama dengan haji, sebagai berikut.

  1. Shalat lima waktu berjemaah di masjid
  2. Melakukan shalat isyraq, yaitu shalat dua rakaat yang dilakukan saat matahari setinggi tombak. Dengan catatan, shalat ini dilakukan setelah shalat shubuh berjamaah di masjid yang dilanjutkan dengan zikir dan kegiatan bermanfaat.
  3. Belajar atau mengajarkan kebaikan di masjid
  4. Membaca tasbih, tahmid dan takbir setelah shalat sebanyak 33 kali
  5. Melakukan umrah di bulan Ramadhan
  6. Bertakwa kepada Allah dan berbakti kepada orang tua
  7. Bertekad kuat untuk menunaikan haji

Demikian beberapa informasi mendasar seputar pelaksanaan ibadah haji. Semoga Allah SWT memberi kemudahan kepada kita semua untuk bersegera menunaikan haji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: