Kemoterapi Kanker hati – Proses, Efek Samping dan Obatnya

Kemoterapi Kanker hati – Bagian tubuh pertama yang paling luas adalah kulit. Bagian terluas yang kedua adalah hati. Hati terletak di rongga perut sebelah kanan. Hati berfungsi sebagai tempat penyimpanan nutrisi, tempat pembentukan protein, pengubah lemak menjadi energi dan masih banyak lagi. Sebagai organ yang memiliki peran yang sangat penting, kesehatan hati harus benar-benar dijaga agar kondisi tubuh tetap dalam keadaan yang sehat.

Salah satu penyakit yang bisa menyerang kesehatan hati adalah kanker. Kanker hati bisa berasal dari sel hati itu sendiri, atau bisa juga berasal dari persebaran sel kanker pada organ lain yang meluas hingga sampai ke organ hati.

Kanker hati disebabkan karena terjadinya perubahan atau mutasi sel DNA. Perlu anda ketahui, mutasi DNA tentu akan merubah fungsi dari DNA itu sendiri. Jika dibiarkan terus menerus, pada akhirnya sel kanker tersebut akan menyebar dan menumbuhkan sebuah massa. Meskipun penyebab pasti penyakit kanker hati belum ditemukan, namun beberapa studi menyebutkan bahwa kanker ini terjadi pada seseorang dengan penyakit hepatitis kronis.

Pada awal perkembangan sel kanker, tubuh tidak akan merasakan gejala khusus apapun sehingga seseorang pasti akan menganggap dirinya sehat. Namun, seiring berjalannya waktu tanda yang muncul semakin dirasakan. Tanda yang biasanya muncul meliputi penurunan berat badan yang bertahap, penurunan nafsu makan, mual dan muntah, tubuh sangat mudah lelah, ukuran perut semakin membesar, warna kulit berubah menjadi kuning dan warna feses menjadi pucat. Jika anda mengalami tersebut, tindakan awal yang harus anda berikan adalah memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan keterangan yang jelas.

Pengobatan kanker hati sangat bervariasi bergantung pada tingkat keparahan kanker. Salah satu jenis pengobata yang biasa dianjurkan untuk mengobati kanker yang sudah berada pada stadium lanjut adalah kemoterapi. Kemoterapi untuk kanker hati biasanya diberikan langsung ke organ hati. Obat memasuki hati melewati pembuluh darah hepatik, yaitu pembuluh darah arteri yang langsung menuju hati. Pengobatan ini cukup berhasil dalam mengotrol dan membunuh sel kanker secara bertahap. Biasanya, kemoterapi diberikan dengan menyertakan tindakan medis lain seperti operasi atau radioterapi.

baca juga : Kemoterapi Kanker Otak – Proses, Efek Samping dan Obatnya.

Meskipun fungsinya yang sangat menolong dalam mematikan sel kanker, namun sayang obat kemo juga memiliki beberapa dampak negatif yang cukup mengganggu diantaranya adalah pusing, mual, muntah, lemas, tidak nafsu makan dan rambut rontok. Belum lagi rasa sakit yang dirasakan penderita saat dimasuki obat kemoterapi. Biasanya, rasa sakit paling dirasakan ketika memasukkan obat melalui pembuluh darah dengan menggunakan suntik. Tetapi, sakit yang dimaksud bukan karena jarum suntik karena suntik ditusukkan pada selang infus. Yang membuat sakitt adalah obat kemo yang dimasukkan. Obat yang sangat pekat serta kandungan obatnya yang berbeda dari obat lain membuat jenis obat kemo akan terasa sakit ketika dimasukkan melalui suntikan. Bahkan ketika memasukkan obat dengan sangat perlahan-lahan, rasa sakit yang ditimbulkan tetap dirasakan pasien.

Melihat begitu kompleks-nya rasa sakit yang dirasakan oleh penderita kanker, sudah sepatutnya kita melakukan pencegahan terhadap penyakit ini. pencegahan bisa anda lakukan dengan menghindari alkohol, menghindari seks bebas, alkohol serta mlakukan imunisasi hepatitis B. Bagi anda yang memiliki teman atau saudara yang terkena penyakit kanker, hal yang wajib ada lakukan adalah memberi dukungan agar pasien semangat menjalani rangkaian pengobatan. Meskipun hal ini terdengar sepele, namun faktanya dukungan sangat penting bagi mereka. Demikian ulasan singkat tentang kanker hati, semoga bermanfaat!

Incoming search terms:

  • efek kemoterapi pada kanker hati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *