Apa Itu Sindrom Guillain-Barré (GBS) ? Penyebab dan Obatnya

Penyakit Guillain-Barre Syndrom (GBS) termasuk penyakit langka yang menyerang tubuh manusia. Sangat jarang orang yang terkena penyakit ini. Akan tetapi sekali terkena penyakit ini si penderita bakal terpuruk mengalami kelumpuhan, bahkan banyak yang meninggal akibat GBS.

 

Masih banyak dari kita yang belum mengetahui penyakit yang satu itu. Itu karena penyakit ini juga langka terjadi. Menurut sebuah penelitian, sindrom ini hanya menimpa satu dari 100 ribu orang. Meski demikian, jumlah kasus sindrom ini terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

 

Apa itu Sindrom Guillain-Barre?

Sindrom Guillain-Barre adalah kelainan langka di mana sistem imun yang seharusnya melindungi tubuh, justru malah menyerang bagian dari sistem saraf perifier. Gejala awal sindrom ini biasanya kaki mengalami kesemutan dan mengalami kelemahan. Dalam banyak kasus, kelemahan dan sensasi abnormal menyebar ke lengan dan tubuh bagian atas.

Sindrom Guillain-Barre

Gejala-gejala ini akan terus meningkat intensitasnya hingga otot tertentu tidak dapat digunakan samasekali. Apabila tidak segera ditangani, orang yang terserang sindrom Guillian-Barre bisa mengalami kelumpuhan secara total.

 

Penderita harus segera mandapat penanganan medis dengan pengawasan yang cukup ketat, agar bisa segera mengatasi masalah seperti denyut jantung yang tidak normal, infeksi, pembekuan darah, dan tekanan darah tinggi ataupun rendah.

 

Belum diketahui pasti penyebab orang terkena sindrom Guillain-Barre ini. Namun, penyakit ini sering didahului oleh penyakit menular seperti infeksi saluran pernafasan.

 

Namun sindro ini bisa kita kenali dari tanda dan gejala awalnya meliputi:

  • Sensasi rasa tusukan jarum di jari tangan, jari kakim pergelangan kaki atau perelangan tangan
  • Kelelahan dan kelemahan yang menyebar yang dimulai dari kaki ke tubuh bagian atas
  • Sempoyongan, hampir tidak mampu berjalan ataupun menaiki tangga
  • Kesulitan mengontrol kandung kemih
  • Denyut jantung cepat
  • Mengalami tekanan darah rendah atau darah tinggi
  • Kesulitan dalam bernafas

 

Apa penyebab Syndrom Guillain-Barre

 

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, belum diketahui pasti apa penyebab sindrom Guillain-Barre. Juga belum diketahui secara pasti apa yang membuat penyakit ini begitu cepat menyebar pada tubuh yang dapat melumpuhkan seseorang.

 

Dari Mayo Clinic menjelaskan bahwa sindrom ini sering muncul beberapa hari atau beberapa minggu setelah mengalami infeksi pada saluran pernafasan atau saluran pencernaan. Baru-baru ini, beberapa negara di seluruh dunia telah melaporkan peningkatan pasien GBS setelah terinfeksi virus Zika. Namun jarang operasi atau imunisasi bisa memicu sindrom Guilian-Barre.

 

Pada sindrom Guillain-Barre, sistem kekebalan tubuh mulai menghancurkan lapisan pelindung saraf atau disebut selubung mielin yang mengelilingi akson.

 

Kerusakan tersebut mengakibatkan saraf tidak mampu mentransmisikan sinyal ke otak secara efisien, sehingga menyebabkan otot mulai kehilangan kemampuan merespons perintah otak kelemahan pada fungsi tubuh, mati rasa ataupun kelumpuhan.

 

Begitupun otak juga tidak menerima sinyal yang efisien dari sensorik dari bagian tubuh lainnya, yang mengakibatkan ketidakmampuan untuk merasakan tekstur, panas, nyeri dan sensasi lainnya.  Atau mungkin sebaliknya, otak menerima sinyal yang tidak tepat sehingga menimbulkan rasa kesemutan pada kaki maupun lengan, atau kesakitan.

 

Diagnosis Pada Sindrom Guillain-Barre

 

Pada tahap awal Syndrome Guillain-Barre sulit untuk didiagnosis. Hal ini disebabkan karena tanda dan gejalanya mirip dengan gangguan neurologis atau kondisi lain yang mempengaruhi sistem saraf seperti boltulisme, meningitis, atau keracunan logam berat. Dan setiap orang tidak memiliki kesamaan pada gejalanya.

 

Dokter Anda akan mengajukan pertanyaan tentang gejala spesifik dan riwayat kesehatan Anda. Pastikan Anda memberitahu dokter Anda dengan sangant detail apa saja gejala yang Anda alamai yang tidak biasa dan jelaskan apabila Anda baru saja mengaami penyakit atau infeksi terakhir.

 

Dokter Anda akan melakukan tes berikut untuk membantu mengkonfirmasi diagnosis:

 

Tusukan Lumbal atau biasa disebut “keran tulang belakang”

 

Merupakan prosedur medis yang dapat melibatkan pengumpulan sampel cairan serebrospinal (CSF) . CSF adalah cairan yang mengelilingi sumsum tulang belakang dan otak.

 

Tusukan Lumbal ini biasanya digunakan juga untuk pengecekan:

  • Meningitis
  • Myelitis
  • Kanker yang dapat mempengarui sumsum tulang belakang dan otak
  • dll

 

Electromyography

 

Elektromiografi (EMG) adalah prosedur yang menilai kesehatan otot dan saraf yang bisa  digunakan untuk mendiagnosis gangguan otot atau saraf yang dicurigai.

 

iProsedur ni berfungsi untuk membaca aktivitas listrik dari otot yang membantu dokter Anda belajar jika kelemahan otot Anda disebabkan oleh kerusakan saraf atau kerusakan otot. Hasil EMG yang abnormal biasanya menunjukkan kerusakan saraf atau otot.

 

Tes kecepatan konduksi saraf (NCV)

 

Tes NCV digunakan untuk menilai kerusakan saraf dan disfungsi. Dikenal juga sebagai studi konduksi saraf, prosedur ini mengukur seberapa cepat sinyal listrik bergerak melalui saraf perifer pasien.

 

Tes NCV akan membantu dokter membedakan antara cedera cedera pada serat saraf dan luka pada selubung meylin, penutup pelindung yang mengelilingi saraf. Hal ini juga membantu dokter Anda membedakan antara kelainan saraf dan kondisi dimana cedera saraf mempengaruhi otot.

 

Tes NCV biasanya digunakan untuk mendiagnosis gangguan otot dan neuromuskular, termasuk

 

  • Guillian-Barre Syndrome
  • Carpal Tunnel Syndrome
  • Charcot-Marie-Tooth (CMT) Disease
  • Pengobatan Guillain-Barre Sndrome

 

Sebenarnya tidak ada obat untuk sindrom Guillain-Barre ini, namun ada beberapa terapi yang dapat mengurangi tingkat parahnya penyakit dan mepercepat pemulihan pada kebanyakan pasien. Siapa pun penderita Sindrom Guillain-Barre harus dirawat di Rumah Sakit dengan pengawasan yang ketat, karena gejalanya bisa cepat memburuk.

 

Dalam kasus yang parah, penderita dapat mengalami kelumpuhan tubuh penuh. Dan apabila kelumpuhan sudah menyerang diafragma penderita dapat terancam jiwanya.

 

Ada dua jenis perawaan yang bisa mempercepat proses pemulihan dan mengurangi parahnya penyakit ini:

  1. Pertukaran Plasma (plasmapheresis)

Pertukaran plasma adalah metode dimana seluruh darah dikeluarkan dari tubuh dan diproses untuk memisahkan sel darah merah dan putih dari plasma. Sel darah selanjutnya dikembalikan ke pasien tanpa plasma, dimana tubuh dengan cepat mengganti.

  1. Terapi Imunoglobin intravena dosis tinggi.

Imunoglobulin yang mengandung antibodi sehat dari donor darah diberikan melalui pembuluh darah (intravena). Imunoglobulin dengan dosis tinggi dapat menghambat antibodi yang merusak.

 

Kedua cara ini sama efektifnya, namun Imunoglobin lebih mudah untuk ditangani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *